Site Loader
Rock Street, San Francisco

Full Day School
adalah salah satu program pemerintah untuk menyelenggarakan proses
belajar mengajar di sekolah selama 5
hari dalam seminggu. Pada umumnya sekolah yang
menyelenggarakan belajar mengajar selama 5 hari dalam seminggu ini mengharuskan
siswa memulai proses belajar mengajar
pada 06.30 sampai 15.30. Program tersebut bertujuan membangun karakter
perserta didik yang lebih baik dan memiliki banyak waktu belajar. Namun tidak
semua peserta didik dan wali muridnya menyetujui program tersebut. Penolakan tersebut
berdasar pada kondisi seringnya peserta didik mengalami kelelahan setelah
proses belajar mengajar disekolah dan banyak dari peserta didik yang mengalami
stres akibat banyak hal yang harus dilakukan di sekolah maupun di rumah.
Menurut pendapat masyarakat, hal tersebut harus ditinjau lebih baik lagi karena
banyak hal yang harus diperbaiki dalam penerapan sistem full day school dinilai kurang efektif untuk proses pembelajaran
dan membuat wali murid lebih khawatir melihat buah hatinya yang tidak memiliki
waktu tidur yang cukup dan berkurangnya waktu berkumpul dengan keluarga mereka
yang disebabkan mereka terlalu lama belajar di sekolah dan mengharuskan harus
pulang lebih sore.

II.        Tujuan

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.
Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi sebagian besar
masyarakat menolak sistem belajar mengajar Full
Day School

2.
Mengetahui kekurangan dari sistem belajar mengajar Full Day School

3.
Mengetahui dampak dari sistem belajar mengajar Full Day School

III.       Pertanyaan

1.
Faktor apa yang menyebabkan sebagian masyarakat menolak
adanya sistem belajar mengajar Full Day
School

2.
Bagaimana kekurangan dari sistem belajar
mengajar Full Day School

3.
Bagaimana dampak-dampak yang
dirasakan peserta didik dari sistem belajar mengajar Full Day School

IV.       Isi

Full Day School
adalah salah satu program pemerintah untuk menyelenggarakan proses
belajar mengajar di sekolah selama 5
hari dalam seminggu. Dalam penerapan sistem belajar mengajar tersebut banyak
masyarakat yang tidak setuju dengan adanya penerapan sistem belajar mengajar full day school. Sistem belajar mengajar
full day school memerlukan perhatian
dan kesiagaan dari pihak sekolah sebagai penyelenggara proses belajar mengajar.
Dengan adanya penerapan sistem belajar mengajar full day school yang membutuhkan sesiagaan mental, fisik maupun intelektual yang baik. Jadwal
proses belajar mengajar yang banyak dan penerapan sanksi yang konsisten dalam batas tertentu
akan meyebabkan peserta
didik menjadi cepat bosan dan stres. Namun bagi mereka yang setuju, hal
tersebut bukan suatu hal
penghambat untuk mencai ilmu, tetapi
justru akan mendatangkan kesenangan tersendiri, oleh karena itu
kejelian dan improvisasi pengelolaan dalam hal ini sangat dibutuhkan. Keahlian
dalam merancangsistem
belajar mengajar full day school sehingga
tidak membosankan.

Sistem belajar
mengajar full
day school ditentang
oleh banyak masyarakat dikarenakan kebanyakan wali murid khawatir terhadap buah
hatinya yang selalu kelelahan setelah pulang dari sekolah akibat dari banyak
kegiatan yang diberikan dari sekolah, terkadang tidak sedikit peserta didik yang
merasakan stres dalam tekanan tinggi terhadap fisik dan psikisnya karena terlalu
dipaksa untuk belajar dan terus belajar yang membuat anak tersebut hanya memiliki
waktu istirahat yang sedikit. Dengan penerapan sistem belajar mengajar full day school peserta didik diharuskan
belajar dari pagi hingga sore hari, hal tersebut mengakibatkan berkurangnya
waktu untuk istirahat dan berkumpul bersama keluarganya di rumah. Menurut
banyak pendapat masyarakat, sistem belajar mengajar ini dinilai kurang efektif
untuk diterapkan karena terlalu memaksa siswa untuk mengembangkan bakat yang
ada dalam dirinya agar lebih baik, tetapi menurut penelitian, otak anak-anak
memiliki batas untuk memahami suatu materi. Apabila terlalu paksa, maka otak
tersebut tidak akan memahami dan menerima materi pembelajran secara maksimal.

            Dengan penerapan sistem tersebut terkadang peserta didik
merasakan tingkat stres yang tinggi, karena padatnya jadwal pembelajaran di
sekolah. Dan banyak siswa yang mengalami kelelahan belajar karena kegiatan
pembelajaran dari pagi hingga sore hari selama 5 hari dalam seminggu dan harus
ditambah kegiatan dari ekstrakulikuler yang membuat peserta didik hanya dapat beristirahat
dan berkumpul bersama keluarganya di malam hari dan terkadang peserta didik hingga
jatuh sakit karena kelelahan. Rasa bosan juga kerap datang kepada beberapa
peserta didik, karena merasa bosan terlalu lama waktu berada di sekolah. Karena
sedikitnya waktu untuk beristirahat, siswa memilih untuk tidur di dalam kelas
karena hal tersebut membuat proses belajar mengajar kurang efektif
dilaksanakan. Oleh karena hal tersebut sebaiknya sistem belajar mengajar full day school harus ini mendapatkan
perhatian yang serius dan seharusnya ditinjau lebih baik lagi agar peserta
didik di Indonesia adalah peserta didik yang paling bahagia dan mereka senang
untuk pergi ke sekolah tanpa merasakan beban pikiran.

 

 

 

 

Kesimpulan

Penerpan proses belajar mengajar Full day school
bukan metode belajar di sekolah yang efektif untuk
membentuk kepribadian peserta didik yang lebih baik, karena dengan penerapan sistem
belajar mengajar full day school ini
peserta didik hanya mendapatkan tekanan yang tinggi bagi psikisnya, bahkan
peserta didik harus dipaksa pikiran dan tenaga yang lebih yang bahkan bisa
membuat peserta didik tersebut jatuh sakit. Dan tidak sedikit peserta didik
yang merasakan bosan dan stres dan merasakan kelelahan yang lebih bahkan
memiliki tidak memiliki waktu yang untuk berkumpul bersama keluarga.

 

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Glenda!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out